Mendung menjanjikan hujan, katanya
Akankah pelangi akan datang dikemudian waktu
Ku rindu, dan itu nyata
Namun mulutku ini tertahan
Keluh dan kecewa masih terasa
Luka itu masih basah wahai rinduku
Ingin segera ku kukeringkan dengan lekasnya
Namun lagi, mendung itu
menjanjikan hujan kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar