Minggu, 05 Maret 2017

17.12.2016 /19:01 WIB



Hei.
Hanya kata itu lagi yang terucap
Disaat jantung ini penuh akan rindumu
Detik yang kulewati tanpamu sungguh banyak
Namun ku coba persingkat dengan mengubah menjadi tahun
Wahai rinduku yang belum menghalalkanku
Ku tak mengerti dengan nyata apa yang ku rasa
Wahai rinduku yang ku tau menyakitiku
Di hati ini sangat jujur masih menginginkanmu
Wahai rinduku yang tetap sama yaitu kamu
Menyentuh tanganmu ditiap pertemuan kita
Hanya hitungan detik yang terasa di peraba
Namun apakah kau tau bahagia yang terasa
Hanya satu harapanku untuk kita
Bahagia bersama dengan pilihan yang berbeda
Untukmu rinduku, yang ku sayangi  tanpa pamrih

17.12.2016 /16:29 WIB



Mendung menjanjikan hujan, katanya
Akankah pelangi akan datang dikemudian waktu
Ku rindu, dan itu nyata
Namun mulutku ini tertahan
Keluh dan kecewa masih terasa
Luka itu masih basah wahai rinduku
Ingin segera ku kukeringkan dengan lekasnya
Namun lagi, mendung itu menjanjikan hujan kembali

15.12.2016 /15:15 WIB



Bayangan mulai menghilang
Tertarik cahaya di ufuk barat
Nafas berirama berat melepas jarimu
Diujung ekor mataku hanya tinggal menghitung detik
Kau pergi, dan itu memang nyata
Jejak kakimu mungkin terhapus angin
Namun jejak kata dan sikapmu masih nyata di memori yang terbuat dengan canggih

08.12.2016 /16:05 WIB



Api membakar lekas mengabu
Merah menyala merusak sekitar
Padamkan ia segera mungkin kawan
Karena itu membahayakanmu
Kau butuh air atau angin kawan ?
Atau kau hanya diam dan berlalu ?

08.12.2016/ 15:45 WIB



Hujan setia dengan waktu
Menunggu diujung datangnya senja
Angin cemburu dengan halusnya
Mencoba mencari perhatianku dimatamu
Awan tertarik dengan pergerakan angin
Namun ku, tetap diam