Merindu layaknya membutuhi
Sesak, berjerawat, dan gundah tiap malamnya
Mecinta layaknya bernafas
Ketergantungan bahkan mampu membodohi
Menyangka tak mampu melawan angin
Namun kau sebenarnya ada di pusaran angin
Debu mengelilingimu layaknya oksigen
Partikelnya sudah mulai mengusikmu
Kau ingin membakarnya namun hasilnya sia
Meraba dan terus meraba tanpa gusar
Hingga titik lentera matahari kau temui
Dan membawamu keluar dari
putaran debu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar