Menatap punggungmu dari belakang
Fokus, tersenyum, dan detak jantung tetiba mulai memacu
Ketika bayangmu semakin jauh
Semakin menghilang wujudmu di benakku
Terdiam mematung layaknya maneqin
Namun senyum tak hilang begitu saja
Alis terangkat satu karena begitu ragu dengan rasa dihati
Menyebut namamu dalam hembusan angin yang begitu lembut
Bahkan daun bergerak pun suatu kemustahilan
Ku tahu ini abstrak, konyol, dan hanya imajinatif rasa
Tapi biarlah ia mengalir bersama angin
Yang ku tak tau daun atau
bahkan akar mampu tergerak dan bergerak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar